Minggu, 01 April 2012

Menyembunyikan File Didalam File Gambar JPG


Menyembunyikan File Didalam File Gambar JPG ImageJika ingin menyembunyikan file (hidden file) pada hard disk drive, anda mungkin telah membaca banyak artikel bagaimana cara menyembunyikan sebuah file. Metode yang digunakan diantaranta adalah dengan cara merubah attribute suatu file agar file tersebut tidak terlihat secara kasat mata. Selain merubah attribute file, ada banyak cara yang bisa digunakan untuk menyembunyikan file mengenkripsi data, membuat password file dan beragam cara lainnya.
Diantara banyak cara tersebut, ada cara yang mungkin tidak pernah anda bayangkan sebelumnya yaitu menyembunyikan file di dalam sebuah gambar berformat JPG. Tips ini merupakan tips sederhana karena hanya memerlukan sebuah aplikasi untuk mengkompress file seperti WinZip, WinRar atau 7Zip dan sebuah DOS Command dari sistem operasi Windows.
Anda dapat menyembunyikan berbagai macam file, mulai dari file text, music, video, gambar atau file lain. Nilai lebihnya, anda tidak perlu lagi terganggu dengan enkripsi, code program dan hal teknis yang lain.
Sebagai contoh, sekarang kita coba praktekkan bagaimana menyembunyikan file dalam sebuah gambar JPG dengan menggunakan aplikasi 7Zip dan DOS Command.
  • Buat sebuah folder pada drive D dengan nama test (Nama folder test hanya sebagai contoh, anda dapat menggantinya dengan nama yang anda inginkan).
  • Copy semua file yang ingin kita sembunyikan dan copy sebuah file gambar berformat JPG pada folder yang baru saja kita buat.
  • Perhatikan ukuran asli file-gambar.jpg.
    Menyembunyikan File Didalam File Gambar JPG Image
  • Drag semua file kecuali file gambar, klik kanan file tersebut dan buat archive dari file-file tersebut. Pada contoh, kami menggunakan aplikasi 7Zip dan mengkompressnya dalam bentuk ZIP dengan nama test.zip. Jika diinginkan, anda bisa mengkompress dalam bentuk lain seperti RAR yang merupakan default dari WinRAR.
    Menyembunyikan File Didalam File Gambar JPG Image
  • Sekarang, ini bagian yang paling menyenangkan! Buka DOS Command dengan cara klik tombol Start, Run, kemudian ketik CMD dan tekan tombol enter.
    Menyembunyikan File Didalam File Gambar JPG Image
  • Ketik D: kemudian tekan tombol enter.
  • Masuk ke direktori yang telah kita buat dengan cara ketik cd test, kemudian tekan tombol enter.
    Menyembunyikan File Didalam File Gambar JPG Image
  • Ketik copy /b file-gambar.jpg + test.zip file-gambar.jpg dan kemudian tekan enter.
  • Lihat kembali folder test dan lihat kapasitas file-gambar.jpg yang sebelumnya hanya berkisar 6.05 KB sekarang menjadi 6.15 MB. Hal tersebut menunjukkan kalauu file-text.txt dan file-mp3.mp3 sudah ada di dalam file-gambar.jpg.
    Menyembunyikan File Didalam File Gambar JPG Image
  • Sekarang, coba anda buka file-gambar.jpg dengan menggunakan aplikasi 7Zip.
    Menyembunyikan File Didalam File Gambar JPG Image
  • Anda dapat melihat didalam file tersebut terdapat dua file yang merupakan bagian lain dari gambar. Untuk kembali melihat isi file, anda bisa mengkstrak ke folder lain dan membuka isinya.
    Menyembunyikan File Didalam File Gambar JPG Image
Jika menggunakannya untuk menyembunyikan file dengan kapasitas yang besar seperti video atau music, kemungkinan orang lain akan curiga karena ada kejanggalan dengan kapasitas yang terlalu besar untuk sebuah file JPG. Metode ini akan sangat efektif jika ingin menyembunyikan file text yang biasanya mempunyai kapasitas yang lebih kecil dari file lain.
Kesimpulan!
Sekarang, tanpa program enkripsi sekalipun, anda bisa menyembunyikan file tanpa harus ketahuan orang lain. Metode ini juga dapat anda gunakan saat mengirim file “rahasia” ke orang lain melalui email dengan menyertakannya dalam file attachment.

5 Cara Cerdas untuk Mengefektifkan Waktu Scan Anti Virus

Antivirus sering dituduh sebagai penyebab komputer menjadi lambat. Tuduhan ini tak sepenuhnya salah. Sebab anti virus (sesuai tugasnya yang berfungsi menjaga komputer dari serangan virus) memang beroperasi saat komputer menyala. Akan tetapi menyalahkan antivirus sama saja dengan menyalahkan diri sendiri. Sebab kita juga yang menginstall antivirus ke dalam komputer dengan tujuan melindungi komputer.
5 Cara Cerdas untuk Mengefektifkan Waktu Scan Anti Virus Image
Tanpa harus menggerutu pada antivirus, ada tips-tips cerdas yang bisa Anda lakukan untuk membuat komputer tetap cepat sekalipun terdapat antivirus.
Bagaimana tipsnya? Simak lima cara cerdas mengefektifkan waktu scan antivirus berikut ini.
Pada tips di bawah ini menggunakan Avira Antivirus sebagai contohnya. Namun, Anda juga bisa mencobanya dengan antivirus yang ada di komputer Anda.
1) Scan secara spesifik
Lakukan scan antivirus secara spesifik. Anda bisa scan pada folder atau file tertentu. Hal ini akan menghemat waktu dibandingkan jika harus menscan keseluruhan komputer. Memang, pada waktu tertentu diperlukan untuk men-scanning keseluruhan komputer (misalnya dua minggu sekali). Akan tetapi, untuk tiap harinya hal itu tak perlu dilakukan. Cukup scan pada file/folder yang dibutuhkan. Missalkan Anda baru saja mendownload sebuah file, cukup scan file hasil download tersebut.
5 Cara Cerdas untuk Mengefektifkan Waktu Scan Anti Virus Image
Untuk caranya, klik kanan mouse pada folder/file yang ingin discan, lalu pilih “scan selected files with Antivir”.
2) Jadwalkan scan saat komputer tak dipakai
Anda bisa atur jadwal scan pada saat komputer tak dipakai, seperti saat jam makan siang misal.
Di Avira, Anda bisa mengatur jadwal scan pada “Administration” > “Scheduler”. Di sana, Anda bisa atur waktu scan dan drive yang akan discan.
5 Cara Cerdas untuk Mengefektifkan Waktu Scan Anti Virus Image
Setiap antivirus memiliki fitur ini. Biasanya fitur tersebut terdapat pada “setting”.
3) Mengatur setting scan
Secara default, program antivirus di-setting untuk memberikan perlindungan terbaik untuk komputer. Anda bisa atur setting tersebut agar proses scanning bisa berlangsung cepat.  Di Avira, Anda bisa atur ini pada menu “Extras” > “Configuration” (atau tekan F8). Pada “scan” Anda bisa atur file berekstensi apa yang hendak di-scan.
5 Cara Cerdas untuk Mengefektifkan Waktu Scan Anti Virus Image
Anda juga bisa tentukan “low detection level” pada “heuristic” jika tak menginginkan tingkat deteksi heuristik yang tinggi, yang berarti juga antivirus tak perlu bekerja lebih keras.
5 Cara Cerdas untuk Mengefektifkan Waktu Scan Anti Virus Image
Demikian juga pada “Guard”, Anda bisa atur proteksi minimal agar kerja antivirus tak berat. Memilih “use file extension list” dan “use smart extensions’ misal, jelas membuat antivirus beroperasi tak seberat ketika memilih “all files”.
5 Cara Cerdas untuk Mengefektifkan Waktu Scan Anti Virus Image
4) Ubah setting update antivirus

Kalau setting update otomatis antivirus terasa memberatkan komputer, Anda bisa mengubahnya. Di Avira, mengganti setting update antivirus bisa dilakukan pada menu “Extras” >  “Configuration”. Lalu pilih “Update”. Anda bisa ganti waktu update antivirus menjadi seminggu sekali misalnya.
5 Cara Cerdas untuk Mengefektifkan Waktu Scan Anti Virus Image
5) Scan pada Safe Mode

Saat komputer berada pada kondisi “Safe Mode”, program, dan file sistem yang tak penting secara otomatis tidak aktif. Sehingga antivirus bisa melakukan scanning dan menghapus virus lebih cepat.
Untuk masuk ke “Safe Mode”, saat pertama kali menghidupkan komputer, tekan tombol F8 berulang-ulang di keyboard komputer. Lalu pilih “safe mode”. Kemudian tinggal jalankan antivirus seperti biasanya.
5 Cara Cerdas untuk Mengefektifkan Waktu Scan Anti Virus Image
Dengan lima langkah cerdas ini tak ada lagi kata “komputer lambat karena anti virus”. Semua ada solusinya di FastNCheap!

Cara Mengembalikan Registry Yang Terinfeksi Virus


Cara Mengembalikan Registry Yang Terinfeksi Virus ImageMemang agak sulit apabila komputer kita sudah terinfeksi virus apalagi biasanya virus itu menginfeksi sekaligus menonaktifkan bagian yang sulit untuk diperbaiki terutama pada registry yang di-disable oleh virus. Misalnya System restore (tidak bisa mengakses Restore), Shutdown (tidak bisa shutdown), Hidden Folders (tidak bisa buka file yang di-Hidden).
Untuk mengaktifkannya kembali, diperlukan trik khusus (Dan perlu ilmu khusus juga tentunya) yang bisa dipelajari oleh semua orang. Anda juga tidak harus mahir komputer untuk dapat mengedit registry Windows.
Adapun cara mengaktifkan kembali secara manual registry-registry yang terinfeksi virus atau registry yang sudah dirubah oleh virus silahkan ikuti langkah-langkah dibawah ini:
A. Mengaktifkan kembali registry System Restore yang terinfeksi virus
  1. Masuk ke-Run ketikkan Regedit lalu tekan enter sampai muncul form Registry.  Cara Mengembalikan Registry Yang Terinfeksi Virus Image
  2. Masuk ke ” HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\SystemRestore ” klik dua kali pada DisableSR rubah value datanya menjadi angka 0 sehingga menjadi 0×00000000(0) seperti pada gambar dibawah ini :  Cara Mengembalikan Registry Yang Terinfeksi Virus Image
  3. Restart komputer biar terjadi perubahan
  4. Klik kanan pada My computer Klik properties
  5. Klik tab System restore dan aktifkan lagi system restorenya
Selamat anda bisa menggunakan system restore anda lagi.
B. Mengaktifkan kembali registry Shutdown yang terinfeksi virus
  1. Masuk ke-Run ketikkan Regedit lalu tekan enter
  2. masuk ke ” HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Winlogon ” klik dua kali pada AutoRestartShell dan rubah valuenya menjadi angka 1   Cara Mengembalikan Registry Yang Terinfeksi Virus Imageyang tadinya dirubah virus menjadi angka 0 dan rubah juga value pada ShutdownWithoutLogon menjadi angka 0
  3. Restart komputer biar terlihat perubahannya
  4. Shutdown komputer
Selamat anda sudah bisa Shutdown lagi seperti semula.
Cara Mengembalikan Registry Yang Terinfeksi Virus Image
C. Mengembalikan registry Hidden Folder yang terinfeksi virus
  1. Masuk ke-Run ketikkan Regedit lalu tekan enter
  2. Masuk ke ” HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Explorer\Advanced\Folder\Hidden\NOHIDDEN ” klik 2 kali pada CheckedValue rubah valuenya  menjadi angka 2 Cara Mengembalikan Registry Yang Terinfeksi Virus Image dan lakukan hal yang sama pada DefaultValue.
  3. Masuk ke ” HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Explorer\Advanced\FolderHidden\SHOWALL “ Cara Mengembalikan Registry Yang Terinfeksi Virus Image klik 2 kali pada CheckedValue rubah valuenya menjadi angka 1 dan untuk DefaultValue lakukan seperti pada langkah ke 2.
  4. Untuk SuperHidden silahkan masuk ke ” HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersionExplorer\Advanced\Folder\SuperHidden ” Klik dua kali pada CheckedValue rubah valuenya menjadi 0, lakukan juga hal yang sama pada DefaultValue, UncheckedValuenya dirubah menjadi angka 1.
  5. Hapus dulu file-file yang anda curigai sebagai virus biasanya menyamar sebagai Autorun.inf(namanya persis yang digunakan oleh autorun.inf windows)yang mengkonfigurasi dirinya dengan Folder Recycler yang didalamnya banyak virus ” .exe “, ” .vb ” dan sejenisnya yang akan dijalankan secara otomatis oleh Autorun.inf ini. (Catatan: cara kerja virus ini adalah meng-hidden folder dan menonaktifkan ” Hidden files and folders ” pada tool ” Folder option ” termasuk menyembunyikan virus tersebut agar tidak terlihat serta menginfeksi ” setup.exe ” dan bagian lainnya yang vital) apabila anda temukan virusnya langsung delete dengan menggunakan tombol shift+del biar tidak masuk ke Recycle bin, karena kalau masuk lagi bisa menyebabkan virus tadi aktif kembali. tapi anda harus hati-hati juga jangan sampai salah delete menyebabkan System windows anda rusak.
  6. Restart komputer biar terlihat perubahannya
Selamat, pengaturan Hidden files and folders anda kembali seperti semula.
Catatan : mencegah virus datang lagi silahkan nonaktifkan Autoplay All drivers dan setting pada Recycle bin properties dicentang pada ” Do not move fles to the recycler bin. remove files immediately when deleted “ Cara Mengembalikan Registry Yang Terinfeksi Virus Image dan jangan lupa sering-seirnglah di-Scan komputer anda dan update Antivirus anda.
Semoga info ini bermanfaat buat kita semua.

Command Line Intepreter (CLI) Pada Linux Ubuntu

Command Line Intepreter (CLI) Pada Linux Ubuntu

DASAR-DASAR LINUX

Linux terinspirasi oleh sistem operasi Unix yang pertama kali muncul pada tahun 1969, dan terus digunakan dan dikembangkan sejak itu. Banyak dari konvensi disain untuk Unix juga ada pada Linux, dan adalah bagian penting untuk memahami dasar-dasar dari sistem Linux.
Orientasi utama dari Unix adalah penggunaan antarmuka baris perintah, dan warisan ini ikut terbawa ke Linux. Jadi antarmuka pengguna berbasis grafik dengan jendela, ikon dan menunya dibangun di atas dasar antarmuka baris perintah. Lagipula, hal ini berarti bahwa sistem berkas Linux tersusun agar dapat dengan mudah dikelola dan diakses melalui baris perintah.

Direktori dan Sistem Berkas

Sistem berkas Linux dan Unix diorganisir dalam struktur hirarki, seperti pohon. Level tertinggi dari sistem berkas adalah / atau direktori root. Dalam filosofi disain Unix dan Linux, semua dianggap sebagai berkas, termasuk hard disks, partisi dan removable media. Ini berarti bahwa semua berkas dan direktori (termasuk cakram dan partisi lain) ada di bawah direktori root.
Sebagai contoh, /home/jebediah/cheeses.odt menampilkan alur (path) ke berkas cheeses.odt yang ada di dalam direktori jebediah yang mana ada di bawah direktori home, yang berada di bawah direktori root (/).
Di bawah direktori root (/), ada beberapa kumpulan direktori sistem penting yang umum digunakan oleh banyak distribusi Linux lainnya. Di bawah ini adalah daftar dari direktori umum yang berada tepat di bawah direktori root (/) :
  • /bin - aplikasi biner penting
  • /boot - lokasi berkas konfigurasi untuk boot.
  • /dev - berkas peranti (device)
  • /etc - berkas konfigurasi, skrip startup, dll (etc)...
  • /home - direktori pangkal (home) untuk pengguna
  • /lib - libraries yang diperlukan oleh sistem
  • /lost+found - menyediakan sistem lost+found untuk berkas yang berada dibawah direktori root (/)
  • /media - mount (memuat) removable media seperti CD-ROM, kamera digital, dll...
  • /mnt - untuk me-mount sistem berkas
  • /opt - tempat lokasi untuk menginstal aplikasi tambahan (optional)
  • /proc - direktori dinamis khusus yang menangani informasi mengenai kondisi sistem, termasuk proses-proses (processes) yang sedang berjalan
  • /root - direktori pangkal untuk root, diucapkan 'slash-root'
  • /sbin - sistem biner penting
  • /sys - mengandung informasi mengenai system
  • /tmp - berkas sementara (temporary)
  • /usr - tempat aplikasi dan berkas yang sering digunakan oleh pengguna (users)
  • /var - berkas variabel seperti log dan database

Hak Akses

Semua berkas dalam sistem Linux mempunyai hak akses yang dapat mengizinkan atau mencegah orang lain dari menilik, mengubah atau mengeksekusi. Pengguna super "root" mempunyai kemampuan untuk mengakses setiap berkas dalam sistem. Setiap berkas memiliki pembatasan akses, pembatasan pengguna, dan memiliki asosiasi pemilik/grup.
Setiap berkas dilindungi oleh tiga lapis hak akses berikut ini:
  • pengguna
    berlaku bagi pengguna yang adalah pemilik dari suatu berkas
  • grup
    berlaku bagi grup yang berhubungan dengan suatu berkas
  • lainnya
    berlaku bagi semua pengguna lainnya
Di dalam setiap dari tiga setelan hak izin ada hak izin sesungguhnya. Hak izin, dan cara penggunaannya untuk berkas dan direktori, diuraikan dibawah ini:
  • baca
    berkas dapat ditampilkan/dibuka
    isi direktori dari ditampilkan
  • tulis
    berkas dapat disunting atau dihapus
    isi direktori dari dimodifikasi
  • eksekusi
    berkas eksekusi dapat dijalankan sebagai program
    direktori dapat dimasuki
Untuk menilik dan menyunting hak izin pada berkas dan direktori, buka Applications->Accessories->Home Folder dan klik kanan di berkas atau direktori. Kemudian pilih Properties. Info hak izin ada di tab Permissions dan Anda dapat mengubah seluruh level hak izin, apabila Anda adalah pemilik dari berkas tersebut.
Untuk mempelajari lebih lanjut mengenai hak izin berkas di Linux, baca di Wiki Ubuntu.

Terminal

Bekerja dengan baris perintah tidaklah tugas yang menakutkan seperti yang Anda pikir sebelumnya. Tidak dibutuhkan pengetahuan khusus untuk mengetahui bagaimana menggunakan baris perintah, ini adalah program seperti yang lainnya. Semua tugas di Linux dapat diselesaikan menggunakan baris perintah, walaupun telah ada alat berbasis grafik untuk semua program, tetapi kadang-kadang itu semua tidak cukup. Disinilah baris perintah akan membantu Anda.
Terminal berada di Applications->Terminal . Terminal sering disebut command prompt atau shell. Di masa lalu, hal ini adalah cara pengguna untuk berinteraksi dengan komputer, dan para pengguna Linux berpendapat bahwa penggunaan perintah melalui shell akan lebih cepat dibanding melalui aplikasi berbasis grafik dan hal ini masih berlaku sampai sekarang. Disini Anda akan mempelajari bagaimana menggunakan terminal.
Kegunaan awal dari terminal adalah sebagai peramban (browser) berkas dan kenyataannya saat ini masih digunakan sebagai peramban berkas, di saat lingkungan berbasis grafik tidak tersedia. Anda dapat menggunakan terminal sebagai peramban berkas untuk melihat berkas dan membatalkan perubahan yang telah dibuat.

Perintah Umum


Menilik Direktori - ls
Perintah ls (LiSt) melihat daftar berkas dalam suatu direktori.
Membuat Direktori: - mkdir (nama direktori)
Perintah mkdir (MaKeDIRectory) untuk membuat direktori.
Mengubah Direktori: - cd (/direktori/lokasi)
Perintah cd perintah (ChangeDirectory) akan mengubah dari direktori Anda saat ini ke direktori yang Anda tentukan.
Menyalin Berkas/Direktori: - cp (nama berkas atau direktori) (ke direktori atau nama berkas)
Perintah cp (CoPy) akan menyalin setiap berkas yang Anda tentukan. Perintah cp -r akan menyalin setiap direktori yang Anda tentukan.
Menghapus Berkas/Direktori: - rm (nama berkas atau direktori)
Perintah rm perintah (ReMove) akan menghapus setiap berkas yang Anda tentukan. Perintah rm -rf akan menghapus setiap direktori yang Anda tentukan.
Ganti Name Berkas/Direktori - mv (nama berkas atau direktori)
Perintah mv (MoVe) akan mengganti nama/memindahkan setiap berkas atau direktori yang Anda tentukan.
Mencari Berkas/Direktori: - mv (nama berkas atau direktori)
Perintah locate akan setiap nama berkas yang anda tentukan yang ada di dalam komputer. Perintah ini menggunakan indeks dari berkas dalam sistem Anda untuk bekerja dengan cepat: untuk memutakhirkan indeks ini jalankan perintah updatedb. Perintah ini berjalan otomatis setiap hari, apabila komputer Anda nyala terus setiap hari. Dan perintah ini harus dijalankan dengan hak istimewa administratif (lihat “Root Dan Sudo”).
Anda juga dapat menggunakan wildcard untuk mencocokkan satu atau lebih berkas, seperti "*" (untuk semua berkas) atau "?" (untuk mencocokkan satu karakter).
Untuk pengenalan lebih lanjut mengenai baris perintah Linux, silakan baca pengenalan baris perintah di wiki Ubuntu.

Penyuntingan Teks

Semua konfigurasi dan setelan di Linux tersimpan di dalam berkas teks. Walaupun biasanya Anda menyunting konfigurasi ini melalui antarmuka berbasis grafik, sesekali mungkin Anda harus menyuntingnya secara manual. Geditadalah editor teks baku di Ubuntu, yang dapat Anda luncurkan dengan mengeklik Applications->Accessories->Mousepad di sistem menu desktop.
Anda juga dapat menjalankan Mousepad lewat baris perintah menggunakan gksudo, yang akan menjalankan Mousepad dengan hak akses administratif, dalam rangka untuk mengubah berkas konfigurasi.
Jika Anda ingin menggunakan editor teks dari baris perintah, Anda dapat menggunakan nano, editor teks sederhana yang mudah dipakai. Saat menjalankannya dari baris perintah, selalu gunakan perintah berikut, untuk memastikan editor tidak memasukkan jeda baris:
nano -w
Untuk informasi lebih lanjut bagaimana menggunakan nano, silakan lihat panduan di wiki.
Selain ini ada juga beberapa editor berbasis terminal yang tersedia di Ubuntu, paling populer adalah seperti VIM dan Emacs. Aplikasi ini lebih kompleks untuk digunakan dibandingkan nano, akan tetapi lebih handal.

Root Dan Sudo

Pengguna root di GNU/Linux adalah pengguna yang mempunyai akses administratif untuk mengelola sistem. Pengguna biasa tidak mempunyai akses ini karena alasan keamanan. Akan tetapi, Kubuntu tidak menyertakan pengguna root. Malahan, akses pengelolaan diberikan kepada pengguna individu, yang dapat menggunakan aplikasi "sudo" untuk melakukan tugas pengelolaan. Akun pengguna pertama yang Anda buat pada sistem saat instalasi akan, dengan baku, mempunyai akses ke sudo. Anda dapat membatasi atau mengaktifkan akses sudo ke pengguna lain dengan aplikasi Users and Groups (lihat “Mengelola Pengguna dan Grup” untuk informasi lebih lanjut).
Ketika Anda menjalankan aplikasi yang membutuhkan hak akses root, sudo akan menanyakan Anda untuk memasukkan kata sandi pengguna normal. Hal ini untuk memastikan agar aplikasi berbahaya tidak merusak sistem Anda, dan berfungsi sebagai pengingat bahwa Anda sedang melakukan tugas administratif sistem yang mengharuskan Anda agar berhati-hati!
Untuk menggunakan sudo pada baris perintah, cukup ketik "sudo" sebelum perintah yang Anda ingin jalankan. Sudo kemudian akan menanyakan kata sandi.
Sudo akan mengingat kata sandi Anda untuk waktu yang telah ditentukan sebelumnya (bakunya 15 menit). Fitur ini didisain untuk mengizinkan pengguna melakukan multitugas administratif tanpa harus menanyakan kata sandi setiap waktu.
[Catatan]
Harap berhati-hati ketika melakukan tugas administratif -- sebab dapat merusak sistem Anda!
Beberapa tips lain untuk menggunakan sudo:
  • Untuk menggunakan terminal "root", ketik "sudo -i" pada baris perintah.
  • Seluruh grup perkakas konfigurasi berbasis grafik dalam Ubuntu sudah menggunakan sudo, jadi Anda akan ditanyakan kata sandi jika dibutuhkan.
  • Ketika menjalankan perkakas berbasis grafis dengan "sudo", cobalah jalankan dengan "gksudo". Perintah ini akan membuka window kecil yang akan menanyakan kata sandi pengguna. "gksudo" sangat berguna jika Anda ingin men-setup launcher untuk Synaptic di panel Anda, atau aplikasi lainnya.
  • Untuk informasi mengenai program sudo dan penjelasan tentang tidak adanya pengguna root di Ubuntu, silakan baca halaman sudo di wiki Ubuntui. 
Sumber:
http://www.ubuntu-id.org/doc/edgy/xubuntu/desktopguide/id/linux-basics.html

Alat dan Bahan PERAWATAN PC

Alat dan Bahan PERAWATAN PC


Periferal komputer merupakan peralatan pendukung dari sebuah PC. Sebuah PC terdiri dari beberapa komponen, dimana masing masing komponen memiliki fungsi tersendiri yang akan saling berkaitan. Walaupun komponen PC terletak dalam sebuah case komputer namun masih banyak kotoran yang dapat mengganggu fungsionalitas komponen baik dari debu maupun sarang serangga. Untuk membersihkan kotoran tersebut dapat digunakan peralatan dan bahan yang sederhana seperti :
  • Penyedot debu mini
  • Kain kering atau tisu
  • Cairan pembersih / cleaner
  • Disk cleaner
  • Cd Cleanet
Sedangkan untuk alat perlu disediakan:
  • Obeng
  • Tang
  • Kuas
1) Bahan atau peralatan untuk membersihkan komponen PC
a) Penyedot Debu Mini
Penyedot debu mini hampir sama dengan kuas yang digunakan untuk menghilangkan debu. Namun penyedot debu lebih mudah dan lebih bersih. Pada ujung penyedot debu mini dilengkapi dengan sikat dengan ukuran yang beragam dimaksudkan untuk menyesuaikan luas sempitnya sudut-sudut pada komponen. Alat ini sangat tepat digunakan untuk membersihkan rangkaian di mainboard dan di sudut-sudut casing komputer.

b) Kain Kering Atau Tisu dan Cairan Pembersih
Kain kering atau tisu  digunakan untuk membersihkan  kotoran cair yang mungkin akibat softdrink, tinta atau air hujan yang masih segar atau belum mengering. Kotoran cair sangat berbahaya jika tidak segera dibersihkan karena jenis kotoran ini dapat menghantarkan arus sehingga dapat mengakibatkan hubungan pendek atau kerusakan fatal pada komponen PC. Sedangkan Cairan pembersih digunakan untuk membersihkan noda atau kotoran yang sudah mengering seperti percikan dari tinta printer.



c) Kuas
Kuas merupakan peralatan yang digunakan untuk membersihkan debu atau sarang serangga. Selain itu kuas juga digunakan untuk membersihkan debu-debu yang menutup pada fentilasi casing. Kuas dapat juga digunkan untuk membersihkan motherboard dan sirip heatsink pada prosessor.


d) Disk Cleaner
Disk cleaner digunakan untuk  membersihkan head dari diskdrive dari pengaruh debu atau kotoran yang menempel pada head floopy drive. Disk cleaner terdiri dari cairan pembersih dan floopydisk yang piringannya diganti dengan kertas tisu.

e) CD Cleaner
CD cleaner prinsip kerjanya sama dengan disk cleaner yaitu dengan menggosok bagian yang berdebu atau kotor dengan cairan pembersih dengan memanfaatkan putaran. Beda cd cleaner dengan disk cleaner hanya terletak pada bentuknya  yaitu pada cd cleaner menggunakan sikat kecil atau sirip yang dipasang pada disk.


f) Obeng
Obeng merupakan peralatan penting bagi para teknisi komputer, karena dengan alat inilah teknisi mampu membuka dan melepas komponen dalam PC.

g) Tang
Jenis tang untuk keperluan teknisi dalam melakukan perawatan komponen PC adalah tang cucut dan tang kombinasi. Tang cucut banyak digunakan untuk memegang kepala skrup atau jumper yang kecil. Sedangkan untuk tang kombinasi digunakan untuk memotong kabel dan keperluan lainnya.

LAPORAN PRODUKTIF TKJ (BONGKAR PASANG PC)

Sebelum membongkar sebuah PC 
Ada beberapa cara dan peralatan yang perlu digunakan
alat yang diperlukan yaitu TANG,OBENG,AVO METER(Jika diperlukan),Tali pengikat dan Buku catatan.
sesudah disiapkan,berikut cara2nya:

Langkah pertama: Buka penutup/casing PC dan setelah terbuka semua maka akan telihat seperti di bawah ini




Langkah Kedua: lepaskan baut-baut pada motherboard dan letakan motherboard tersebut di tempat yang aman


Langkah ketiga: setelah melepaskan motherboard tersebut,lepaskan hardisknya seperti pada gambar di bawah ini 
NB:Hardisk merupakan media penyimpanan yang berfungsi sebagai alat penyimpanan data.


Langkah keempat: setelah itu,lepaskan kabel ATA dan SATA-nya


Langkah kelima : lepaskan memori RAM secara perlahan2 dan pasang kembali dengan menekan ujung kiri dan kanan memori



Langkah keenam : mencabut ATX dan CD ROOM dan memasangnya kembali ke tempat semula sperti pada gambar di bawah ini



Langkah terakir : setelah melepas dan melepas komponen2 PC seperti ATA,SATA,IDE,ATX,CD-ROOM dan Hardisk
pasanglah kembali motherboard dan pasanglah baut2 agar motherbooard terikat dengan kuat



Dan menutup kembali casing/penutup PC.

Kabel LAN

Kabel LAN

Kabel LAN

Ternyata menyambung Kabel LAN RJ45 itu tidak serumit yang kita bayangkan. Kalau selama ini kita hanya "terima bersih" karena selalu dikerjakan oleh bagian MIS atau para jagoan jaringan saja, kali ini silahkan mencoba melakukannya sendiri. Bisa diterapkan apabila anda ingin bikin jaringan warnet, kantor kecil misalnya. Atau bisa juga buat sampingan mumpung OT lagi seret di jaman krisis gini :-).
OK, kita mulai, pertama siapin aja peralatannya:

1> Crimping Tool, pilih yang gerakan penekanannya vertikal, biasanya hasilnya lebih bagus bila dibandingkan yang horizontal (gerakan mata crimping sejajar dengan gerakan penekanan tangan)
pilih yang ini --> jangan pilih ini--> 
berdasarkan pengalaman penulis waktu belajar jaringan, yang horizontal sering banget errornya. setelah ditinjau secara mekanikal, gerakkannya gak berbarengan gitulho. jadi ya mubazir deh, yang awalnya ngirit karena lebih murah, malah jadi dobel belinya.

2> LAN tester

3> Gunting




Bahan-bahan:
1.>Kabel LAN dan Plug RJ45
 
Cara menyambungnya:
1> Potong kabel sepanjang yang diinginkan
2> Kupas kulit bagian luarnya sepanjang sekitar 1cm dari ujungnya, lihat gambar diatas.
3> Susun kabel-kabel kecil didalamnya dengan urutan seperti ilustrasi berikut:
Susunan Stright
1> Orange-putih
2> Orange
3> Hijau-putih
4> Biru
5> Biru-putih
6> Hijau
7> Coklat-putih
8> Coklat
ujung satunya persis sama
Susunan Cross

sumber gambar: http://www.incentre.net/content/view/75/2/
Ujung satu
1> Hijau-putih
2> Hijau
3> Orang-putih
4> Biru
5> Biru-putih
6> Orange
7> Coklat-putih
8> Coklat
Sedangkan ujung satunya lagi
1> Orange-putih
2> Orange
3> Hijau-putih
4> Biru
5> Biru-putih
6> Hijau
7> Coklat-putih
8> Coklat
Kapan kita pakai Stright dan Cross? Ya itu sempat menjadi pertanyaan penulis, untunglah ada Pak Delpra yang membimbing penulis dan tim Kerjainsendiri.com pada project setting jaringan di sebuah warnet. Kata beliau, Stright digunakan jika akan menghubungkan komputer dengan switch/hub, sedangkan Cross digunakan jika akan menghubungkan 2 buah komputer tanpa switch/hub atau bisa juga menghubungkan 2 buah switch/hub. Jadi gitu.
4> Rapikan susunan kabel dengan cara meratakan ujungnya dengan menggunakan gunting.
Maksudnya sih baik, biar kabelnya kena ama connector RJ 45 dengan bagus, jadi nyambung semua gitu.
5> Masukkan ke RJ45

6> Tekan handle crimping tools

7> Selesai, lakukan hal yang sama pada ujung satunya lagi

8> Test dengan LAN tester

Jika memakai sistem stright, maka lampu no 1 sampai 8 harus hidup

1 --> 1
2 --> 2
3 --> 3
4 --> 4
5 --> 5
6 --> 6
7 --> 7
8 --> 8

Sebaliknya Jika memakai sistem cross, maka susunan lampu hidup sbb:
1 --> 3
2 --> 6
3 --> 1
4 --> 4
5 --> 5
6 --> 2
7 --> 7
8 --> 8

9> pastikan semua ditest sebelum disambung ke jaringan

10> Jika Oke, maka sambungkan ke switch